Mengulik Lukisan Mozaik dan Sejarah Perkembangannya

Share

Para artus biasanya melakukan banyak cara agar bjsa membuat suatu benda mempunyai nilai estetika. Nah, salah satu teknik yang mana cukup sering digunakan adalah dengan membuat mozaik. Lantas, apa itu lukisan mozaik? Mari mengulik tentang jenis lukisan yang satu ini!

Apa Itu Lukisan Mozaik?

Lukisan atau gambar konsep mozaik sejatinya adalah gambar yang proses pembuatannya memakai material berupa kepingan-kepingan. Dimana tekniknya sengaja dibuat serta ditempel di media yang datar memakai perekat.

Adapun macam-macam bahan untuk membuat kepingan ini meliputi biji-bijian, bebatuan, kertas, daun, kaca, keramik, rafia, kain kulit kayu, dan masih banyak lagi. Sedangkan prinsip kerjanya adalah menempelkan potongan bahan ini di atas karya lukisan.

Sedangkan untuk pewarnaannya, biasanya memakai material mozaik yang cara ditempel sehingga mampu menghasilkan warna alami. Seperti kayu yang berwarna cokelat, atau daun hijau. Sehingga, nantinya tidak perlu menambahlan pewarnaan lagi sesudah jadi tempelannya.

Sedangkan untuk mendapatkan corak gambar yang dekoratif, maka warna para artisan harus mengaturnya sesuai dengan susunan materinya. Mozaik mempunyai nilai artistik yang tinggi. Tak heran jika peminat dari lukisan seperti ini semakin tinggi peminatnya.

Mengenal Sejarah

Mozaik awalnya mulai ada sekitar tahun 300 SM. Lukisan ini ada dari masyarakat dari Sumeria. Di mana saat ini lokasinya masuk ke area Irak. Saat itu, mozaik berkembang dengan cara menempelkan lempengan tanah liat dari diberi warna pada dinding. Kemudian, dibentuk lah pola gambar sesuai dengan yang diinginkan.

Perkembangan yang selanjutnya, lukisan atau gambar dengan konsep mozaik ini mulai dikenalkan oleh Bangsa Mesir dengan bahan baku pecahan bahan-bahan keras seperti bebatuan. Bangsa mesir menempelkan batuan warna-warni pada dinding sehingga hasinya tampak lebih indah. Terkadang, mereka juga gambar mozaik dengan tambahan batu-batu permata agar terlihat lebih bersinar.

Teknik mozaik pun mulai berkembang lagi di Bangsa Romawi. Di mana mozaik memiliki benyuk kubus berukuran 2 cm x 2 cm. Pun, sudah memakai tanah liar bakar. Lalu, keramik dan kaca juga digabungkan untuk gambar tertentu sehingga ada efek khusus.

Kemudian, berkembang lagi di awal modernisasi. Saat itu, ada lukisan yang terbaik milik Antonio Gaudi di tahun 1852 sampai 1926.

Nah, itu lah sekilas tentang lukisan mozaik yang perlu kamu ketahui. Jika kamu menginginkan lukisan yang sama di dalam rumah atau di lokasi usaha, bisa percayakan pada Mural Jogja. Silakan cek IG Mural Jogja untuk melihat lebih jauh portfolio dan hasil karya kami.

Baca juga: Dekorasi Kamar On Budget yang Estetik Bak Kamar Mewah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *