Mengenal Teknik Lukis untuk Hasil Lukisan yang Berbeda

Posted on
Share

Seperti yang sudah kamu ketahui ada banyak sekali aliran dalam seni lukis. Masing-masing aliran tersebut tentunya memiliki teknik lukis maupun ciri khasnya yang berbeda-beda. Teknik yang berbeda dari setiap seniman tentunya akan menghasilkan lukisan yang berbeda pula. Nah di bawah ini ada beberapa penjelasan mengenai teknik dalam melukis.

Teknik Lukis Aquarel

Teknik lukis aquarel dengan konsep dan kapal
Sumber gambar: Pinterst.com dari DS

Sesuai dengan namanya teknik aquarel sendiri dalam proses pengejaannya menggunakan cat air. Sapuan warna cat sendiri dibuat tipis, sehingga nantinya hasil akan memiliki nuansa terlihat transparan. Cat dengan tekstur yang sedikit encer akan menghasilkan sapuan warna tipis sekaligus ringan.

Teknik Spray

Beberapa karya dari teknik satu ini adalah grafity, yang mana mungkin sering kamu lihat di dinding-dinding jalan. Teknik spray sendiri merupakan teknik melukis dengan menyemprotkan cat pada media lukis. Salah satu tujuan penggunaan teknik ini yaitu agar lukisan terlihat lebih halus serta terlihat lebih visual.

Teknik Tempera

Teknik tempera mungkin jadi teknik lukis yang cukup unik ya. Bagaimana tidak dalam teknik ini para pelukis akan menambahkan kuning telur ke dalam cat. Kuning telur sendiri dijadikan sebagai bahan perekat. Biasanya teknik tempera digunakan pada media lukis kayu atau tembok.
Teknik tampera sempat populer di Eropa sekitar tahun 1200an hingga 1500an. Beberapa seniman yang terkenal menggunakan teknik seni satu ini adalah Duccio serta Simone Martini. Mereka adalah seniman dari Italia.

Teknik Plakat

Sumber gambar: Pinterst.com dari AllPosters

Berbeda dari teknik aquarel yang cenderung lebih menampilkan nuansa yang transparan, teknik plakat sendiri justru menggunakan sapuan warna yang cenderung tebal. Jenis cat yang digunakan juga beragam mulai dari cat minyak, cat air ran juga cat akrilik. Tekstur komposisi cat memiliki tekstur cenderung kental sehingga sapuan warna bisa terkesan tebal.

Teknik Lukis Pointilis

Sumber gambar: Pinterst.com dari VVBoas

Dilihat dari hasilnya tentu kamu sudah bisa menebak jika teknik yang satu ini memerlukan kesabaran ekstra daripada beberapa teknik lainnya. Bagaimana tidak cara membuat lukisan yakni dengan menggambar banyak titik hingga menghasilkan gambar sesuai.

Teknik Lukis Basah

Selanjutnya ada teknik basah. Dalam teknik ini selain cat minyak juga dibutuhkan bahan lain agar memperoleh kekentalan cat tertentu. Bahan campuran tersebut adalah linseed oil ataupun minyak cat. Proses melukis sendiri dilakukan setelah cat minyak diencerkan sesuai dengan kebutuhan. Dalam teknik ini biasanya akan menggunakan jenis kuas yang memiliki bulu panjang.

Teknik Kering

Berbanding terbalik dengan teknik basah, teknik kering justru tidak mengencerkan cat minyak dengan linseed oil minyak cat untuk kekentalan cat tertentu. Jadi langsung menggunakan cat yang keluar dari tubenya. Teknik ini cocok jika kamu ingin menampilkan lukisan dengan kesan yang memiliki volume.

Teknik Campuran

Tenik campuran adalah teknik gabungan dari teknik basah dan kering. Dengan teknik campuran maka bisa saling menutupi antara kekurangan teknik basah dengan kering, sehingga mampu menghasilkan lukisan yang diinginkan.
Itu dia tadi beberapa jenis teknik lukis. Ada cukup banyak bukan? Saat ini juga banyak yang melirik mural atau lukisan dengan media dinding sebagai salah satu dekorasi. Salah satu saja mural tersebut adalah Mural Jogja, kamu bisa melihat portofolionya di Instagram Mural Jogja.

Baca juga: Ide Food Mural untuk Dekorasi Restoranmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *